Lompat ke konten

Berita

Refleksi Hari Toleransi Internasional: Bedah Buku PELITA “Merayakan Perbedaan” Didiskusikan

“Beragama itu seperti Bola,” Tandas Dr. Siti Fatimah, M. Hum menerangkan. Pameo yang ia kutip bersumber dari seorang Pemikir Islam Kontemporer, Sayyed Hussein Nasr. Terdapat beberapa tingkatan kehidupan manusia dalam beragama: sejak maqom syariat, tarikat dan hakikat. Ketiganya saling terhubung seperti titik-titik jejaring dalam sebuah Bola. Titik terakhir yang menjadi pancaran (pusat) adalah Tuhan.    

Pertemuan Bulanan ke-31, Ulang Tahun PELITA ke-4 dan Penetapan Kepengurusan Baru

6 November 2015. Pada sore hari, saat mentari telah terbenam dan langit redup karena cuaca mendung. Tentu hal ini tidak menghalangi orang-orang yang hendak berdatangan dalam acara “pertemuan bulanan pelita”. Pertemuan bulanan kali ini bertempat di SMA Santa Maria Cirebon. Disambut dengan senyum manis biarawati yang mengarahkan setiap peserta menuju tempat pertemuan.

Menuju Hari Toleransi Dunia

*** Toleransi adalah bentuk penghargaan untuk berani hidup berbeda. Sebagian orang sepakat demikian. Sebagian lain mengatakan, ia merupakan bentuk ketulusan yang terus beranak-pinak dalam kebersamaan. Sebagian lainnya, beranggapan bahwa sikap toleransi sejak awal sudah ditanamkan… 

Perhelatan Musyawarah Besar (Mubes) ke-1 PELITA

Regenerasi menjadi sangat penting dalam suatu kepengurusan dan proses keorganisasian yang harus dilaksanakan untuk memberikan  kesempatan bagi generasi muda.  Dengan tujuan agar bisa  berkarya  serta mengembangkan kreatifitas, kemudian diharapkan  dapat memberi  warna baru, semangat baru, dan motifasi baru.

Sambut Hari Santri Nasional: PCNU Gelar Halaqoh Kontra Radikalisme

16 Oktober 2015. Di waktu siang dengan terik mentari masih bersinar menyegat, tepat di ubun-ubun kepala, berduyun-duyun orang mendatangi Gedung PCNU, Sumber, Kabupaten Cirebon. Jarum jam menunjukkan pukul 13.45 WIB. Di gedung yang berkapasitas 200 orang tersebut, sedang mempersiapkan dan menyelenggarakan sebuah acara: “Halaqoh: Kontra Radikalisme di Cirebon.”

Menulis Perdamaian di Setaman (Sekolah Cinta Perdamaian)

Fenomena maraknya berita, tulisan dan video yang berhamburan di sosial media seputar menebar kebencian, ancaman, permusuhan dan kekerasan menjadi sisi gelap kehidupan ruang maya dewasa ini. Nyaris kita disuguhkan setiap detik, sejak bangun tidur sampai terlelap tidur lagi. Keadaan demikian, diperparah lagi dengan absennya negara dan kontrol masyarakat, bagaimana semestinya generasi bangsa mengonsumsi sesuatu yang positif dari dunia maya (baca internet).

Tentu saja, kita tak mungkin menolak segalanya yang berhubungan dengan perubahan pesat di ruang maya, karena ia tak pelak lagi menggiurkan: dengan beragam kecepatan dan kemajuan yang ditawarkan, bagaimana mengakses sebuah informasi. Namun, di sisi lain, lalu-lintas informasi yang berseliweran tersebut penting digarisbawahi: adakah generasi muda hari ini mampu berpartisipasi dalam kontrol yang positif terhadap ruang maya?

Pelatihan Hak-Hak Dasar Kewarganegaraan

Reportase Pelita Perdamaian *** Pelita Perdamaian berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan yang bertajuk “Hak Asasi Manusia dan Hak-Hak kewarganegaraan” yang diselenggarakan oleh tim Ready (Respect and Dialog). sebuah konsorsium yang terdiri di dalamnya adalah Fahmina Institute,… 

Surasa, Generasi Muda Sunda Wiwitan Meneguhkan Jati Diri

Pagi yang cerah, di semilir udara lereng gunung Ciremai, terlihat puluhan remaja putra dan putri memakai pakaian adat. Para Perempuan menggunakan baju khas Toro,berbalut kain batik. Para laki-laki menggunakan pangsi dan kampret serta ikat kepala…