Lompat ke konten

Hari Toleransi Internasional

Refleksi Hari Toleransi Internasional: Sebuah Pengantar

 Oleh: Pelita Perdamaian *** Adalah UNESCO yang pertamakali menggagas perhelatan Hari Toleransi Sedunia atau Declaration of Principles on Tolerance, pada tahun 1995 dan 1996. Tujuan dari perhelatan Hari Toleransi itu sendiri ialah memberikan kesadaran kepada… 

Bahtera Untukmu

Oleh: Lika Vulki

Di pesisir pantai Utara Aceh yang menjadi daerah industri, Lhokseumawe 23 tahun yang lalu sering disebut kota dolar. Di antara barisan pabrik penghasil pupuk Urea, minyak, dan kertas; ada sebuah keluarga kecil yang berasal dari Kuningan (Jawa Barat). 23 tahun silam saat masa-masa kejayaan Lhokseumawe, lahirlah seorang gadis mungil dari keluarga itu. Lika Vulki, begitulah nama yang diberikan oleh ayahnya.

Miniatur Indonesia

Oleh: Aulia Fauziah* *** Langit yang tertutup awan hitam menghantarkan langkahku ke sebuah gubug kecil yang indah nan bersih untuk beristirahat sejenak. Setiba di sana Aku hanya menggeletakan tasku di atas hamparan dingin. Dengan tas… 

Refleksi Hari Toleransi Internasional: Bedah Buku PELITA “Merayakan Perbedaan” Didiskusikan

“Beragama itu seperti Bola,” Tandas Dr. Siti Fatimah, M. Hum menerangkan. Pameo yang ia kutip bersumber dari seorang Pemikir Islam Kontemporer, Sayyed Hussein Nasr. Terdapat beberapa tingkatan kehidupan manusia dalam beragama: sejak maqom syariat, tarikat dan hakikat. Ketiganya saling terhubung seperti titik-titik jejaring dalam sebuah Bola. Titik terakhir yang menjadi pancaran (pusat) adalah Tuhan.    

Refleksi Hari Toleransi

  GAZEBO ISIF, 16 November 2014 galibanya diperingati secara serentak di seluruh dunia sebagai peringatan Hari Toleransi Internasional, International Tolerance Day. Di beberapa punjuru di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung dan sekitarnya, peringatan  Hari Toleransi…