Lompat ke konten

toleransi

Nabi Tidak Membalas

      Oleh KH. Husein Muhammad Dewan Pembina Pelita Perdamaian   Ahli sejarah Nabi Saw yang paling awal, Ibn Ishaq, dalam bukunya yang sangat terkenal; “Sirah Nabawiyyah”, mengemukakan kisah yang amat mengesankan. Setelah peristiwa… 

Romo Fredy: Pentingnya Memahami Toleransi

Pastur Kepala Romo Fredy OSC menjelaskan pentingnya toleransi di depan peserta kaderisasi pelita perdamaian di Gereja Katolik St. Yusuf kota Cirebon, Jum’at (2/3). (Foto: Zen). PELITA PERDAMAIAN – Cirebon. Sikap toleransi pada dasarnya harus ditanamkan… 

Gema Salawat Berkumandang di Gereja

25 DESEMBER diperingati secara serentak hari natal di seluruh penjuru dunia. Umat Kristiani memperingatinya dalam rangka mengingat kelahiran Sang Juru Selamat, Yesus Kristus. Masing-masing gereja memiliki tradisi yang berbeda, dalam mengekspresikan, hari natal itu. Namun… 

Menyelami Praktik Toleransi dalam Kemeriahan Imlek

Oleh: Yuri Asriati*

Imlek merupakan hal yang sangat di tunggu-tunggu oleh orang tionghoa, karena imlek dirayakan dengan datangnya musim semi, seluruh orang tionghoa menanti datangnya imlek karena ketika musim semi datang mereka bisa melakukan pekerjaan kembali bagaimana mestinya.

Umat Islam dan Kristen tunjukkan Toleransi di Hari Raya

Tahun ini hari raya umat Islam Maulid Nabi Muhammad dan umat Kristen Natal jatuh hampir bersamaan yakni pada tanggal 24 Desember dan 25 Desember.

Bagi sejumlah pemuda di Cirebon momen ini digunakan untuk saling bantu membantu agar perayaan kedua hari raya tersebut berjalan dengan lancar.

Refleksi Hari Toleransi Internasional: Bedah Buku PELITA “Merayakan Perbedaan” Didiskusikan

“Beragama itu seperti Bola,” Tandas Dr. Siti Fatimah, M. Hum menerangkan. Pameo yang ia kutip bersumber dari seorang Pemikir Islam Kontemporer, Sayyed Hussein Nasr. Terdapat beberapa tingkatan kehidupan manusia dalam beragama: sejak maqom syariat, tarikat dan hakikat. Ketiganya saling terhubung seperti titik-titik jejaring dalam sebuah Bola. Titik terakhir yang menjadi pancaran (pusat) adalah Tuhan.    

Pertemuan Bulanan ke-31, Ulang Tahun PELITA ke-4 dan Penetapan Kepengurusan Baru

6 November 2015. Pada sore hari, saat mentari telah terbenam dan langit redup karena cuaca mendung. Tentu hal ini tidak menghalangi orang-orang yang hendak berdatangan dalam acara “pertemuan bulanan pelita”. Pertemuan bulanan kali ini bertempat di SMA Santa Maria Cirebon. Disambut dengan senyum manis biarawati yang mengarahkan setiap peserta menuju tempat pertemuan.

Memaknai Toleransi

Oleh: Ust.  Ahmad Hadid* Memaknai toleransi adalah belajar memahami diri sendiri. Dengan toleransi, kita tahu bahwa ada batas-batas ego sebagai manusia yang mesti dijaga. Begitulah awal pemahamanku tentang toleransi setelah aktif di Organisasi Pelita Perdamaian.…