BINTANG REDUP
Oleh: Dinda Azzahra *** Setiap pagi matahari terbit, semakin naik ke ufuk menandakan siang hari hingga tibalah malam hari dengan bulan dan bintangnya. Tangisan bayi itu terdengar di Desa Mekar Indah. Seorang gadis remaja berusia…
Oleh: Dinda Azzahra *** Setiap pagi matahari terbit, semakin naik ke ufuk menandakan siang hari hingga tibalah malam hari dengan bulan dan bintangnya. Tangisan bayi itu terdengar di Desa Mekar Indah. Seorang gadis remaja berusia…
Tahun ini hari raya umat Islam Maulid Nabi Muhammad dan umat Kristen Natal jatuh hampir bersamaan yakni pada tanggal 24 Desember dan 25 Desember.
Bagi sejumlah pemuda di Cirebon momen ini digunakan untuk saling bantu membantu agar perayaan kedua hari raya tersebut berjalan dengan lancar.
Kehawatiran terhadap adanya konflik yang terjadi menjelang peringatan Maulid Nabi dan perayaan Natal dalam waktu berdekatan tak berlaku bagi Pemuda Lintas Agama (Pelita) di Cirebon.
Para pemuda ini membuktikan adanya keharmonisan dan toleransi antar umat beragama. Salah satunya membantu umat kristiani mendekorasi pernak-pernik Natal.
Oleh: Neneng Alfiah*
Sosok manusia agung dan mulia, ialah Muhammad SAW., yang menjadi tonggak kepemimpinan umat manusia dalam menyebarkan nilai-nilai dan ajaran islam bagi setiap bani adam. Muhammad adalah kekasih sekaligus utusan Allah bagi umat muslim di seluruh penjuru dunia. Pada hari ini, Kamis 24 Desember 2015, merupakan salah satu waktu yang diperingati umat muslim sebagai peristiwa paling bersejarah atas kelahiran tokoh panutan hidup bagi umat muslim, yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kata maulid berasal dari bahasa arab yang berarti lahir.
Kelahiran Muhammad SAW diperingati setiap tanggal 12 Rabiul ‘Awwal. Muhammad lahir tepat pada Hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal di Tahun Gajah atau pada tanggal 22 April 571 Masehi. Bentuk dan waktu peringatan yang dilakukan umat muslim dalam memperingati Maulid Nabi pun berbeda-beda di setiap tempat. Ada yang berlangsung sangat meriah, dan ada pula yang berlangsung sederhana.
***
Departemen Media dan Publikasi PELITA menyelenggarakan pelatihan penguatas kapasitas melalui kegiatan “Media dan Pengembangan Kapasitas”, yang digelar pada Senin, 21 Desember 2015, bertempat di Kantor Telkom Indonesia, Jalan Siliwangi no. 13 Kota Cirebon. Peserta kegiatan ini adalah pegiat organisasi PELITA dan jaringan yang ada di lingkungan universitas di wilayah III Cirebon.
Oleh: Abdurrahman Wahid
Jawa Barat, sebagai wilayah provinsi yang memiliki demografi cukup luas, memilki pula sejarah panjang bagaimana awal mula ia terbentuk. Secara lebih spesifik, Nurdin M Noor, budayawan asal Cirebon, membuka cakrawala pengetahun dengan tema materi “sejarah Identitas Jawa Barat”. Tema ini berangkat, salah satunya, merespon isu aktual yang tengah jadi perdebatan hangat di kalangan akademisi, tentang penggubahan nama Jawa Barat dengan nama provinsi Pasundan.
Oleh: Abdurrahman Wahid*
PELITA.com- Program CRCS Sekolah Pascasarjana Universitas Gajah Mada (UGM), menyelenggarakan Sekolah Pengelolaan Keragaman (SPK), pada 28 November-04 Desember, di Kuningan Jawa Barat. SPK merupakan gugus program yang rutin dilaksanakan oleh CRCS UGM, yang inisiatif awalnya bertujuan mengintegrasikan dunia akademisi dengan kalangan aktivis. Pada kesempatan kali ini, kegiatan diikuti oleh peserta yang terdiri atas kalangan akademisi dan aktivis dari perwakilan masing-masing kota di Jawa Barat, seperti Bekasi, Bandung, Subang, Ciamis, Tasikmalaya, Sukabumi, Kuningan dan Cirebon itu, adalah SPK yang ke-VII
Oleh: Diaz Alauddin (Peneliti, Pegiat PELITA) Mayoritas penduduk Desa Fatamari, dan Kelurahan Watuneso yang ada di Kabupaten Ende, serta Desa Bu Utara dan Desa Masebewa dari Kabupaten Sikka adalah beragama Katolik. Awal mula agama Katolik…
Oleh: Pelita Perdamaian *** Adalah UNESCO yang pertamakali menggagas perhelatan Hari Toleransi Sedunia atau Declaration of Principles on Tolerance, pada tahun 1995 dan 1996. Tujuan dari perhelatan Hari Toleransi itu sendiri ialah memberikan kesadaran kepada…