Lompat ke konten

Panjang Jimat dan Kearifan Lokal

Oleh: Haryono Direja “Panjang Jimat” diartikan secara sederhana sebagai ritus ekspresi kebudayaan masyarakat Cirebon.  Istilah tersebut diambil dari derivasi dua frase yang berbeda dari bahasa Cirebon, “Pajang” berarti memajang; memasang, sedangkan “Jimat” senantiasa lekat dengan… 

Tantangan dan Tanggapan Islam dalam Menjawab Modernitas

Oleh: Yose Rizal Triarto

***

Pada tahun 1903, salah satu sarjana pakar keislaman dari Amerika Serikat, Duncan Black MacDonald (1863-1943) menulis bahwasanya Islam yang sekarang tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan sistem pemerintahan konstitusi. Menurut dia, khalifah Islam tidak akan mendirikan suatu sistem pemerintahan yang mana sistem tersebut memungkinkan untuk melawan atau membatasi kekuasaan khalifah. Khalifah, sebagai penerus nabi seharusnya mempunyai kekuasaan yang absolut dalam memerintah.

Pernyataan yang dilontarkan oleh Duncan tadi tentu saja tak semuanya benar. Terbukti beberapa tahun setelahnya, muncul gagasan yang berkebalikan dengannya. Tokoh-tokoh seperti Muhammad Abduh dan Mehmed Kamaluddin Effendi menyatakan bahwa mereka mendukung sistem pemerintahan konstitusi.

Sesungguhnya, timbulnya gagasan seperti tokoh Muhammad Abduh dan Mehmed Kamaluddin Effendi di atas tidak terlepas dari gerakan modernisasi Islam, yang mana gerakan ini muncul pada abad ke sembilan belas dan dua puluh. Gerakan modernisasi Islam ini mencoba unutk menyesuaikan ajaran-ajaran dan prinsip Islam dengan nilai-nilai modern sekarang, seperti nasionalisme, demokrasi, konstitusi, penyelidikan ilmiah, dan nilai-nilai lainnya. Di sini tokoh-tokoh seperti di atas, melihat bahwasanya perbedaan tensi atau ketidak sesuaian ajaran Islam dengan nilai-nilai modern bukanlah disebabkan dari prinsip dasar Islam sendiri, melainkan lebih karena faktor historitas atau sejarah. Maka dengan munculnya era modernisasi dari barat, dan menyadari ketertinggalan ummat Islam dari bangsa-bangsa lainnya, gerakan modernisasi Islam ini menjadi sebuah kebutuhan dan kepentingan untuk Islam sekarang.

Program Departemen Sosial-Kemasyarakat PELITA di Srengseng Indramayu

Reportase Oleh: Ahmad Hadid

(Koordinator Dept. Sosial-Kemasyarakatan PELITA)

***

Sejak tahun 2014, PELITA menggagas program melalui Departemen Sosial dan Kemasyarakatan dengan tema besar, “Mendorong Budaya Gotong Rotong Warga”, meliputi: a) pemetaan kondisi sosial; b) pemulihan pasca bencana dan; c) trauma-healing, yang sudah dilakukan di beberapa titik lokasi di Indramayu dan Cirebon, di antaranya Desa Eretan Kulon, Jatibarang, dan Desa Sampih dan beberapa wilayah lainnya.

Kegiatan itu diimpelementasikan secara berkesinambungan, salah satunya melalui fogging, pada Rabu 06 Januari 2016,

BINTANG REDUP

Oleh: Dinda Azzahra *** Setiap pagi matahari terbit, semakin naik ke ufuk menandakan siang hari hingga tibalah malam hari dengan bulan dan bintangnya. Tangisan bayi itu terdengar di Desa Mekar Indah. Seorang gadis remaja berusia… 

Umat Islam dan Kristen tunjukkan Toleransi di Hari Raya

Tahun ini hari raya umat Islam Maulid Nabi Muhammad dan umat Kristen Natal jatuh hampir bersamaan yakni pada tanggal 24 Desember dan 25 Desember.

Bagi sejumlah pemuda di Cirebon momen ini digunakan untuk saling bantu membantu agar perayaan kedua hari raya tersebut berjalan dengan lancar.

Pemuda di Cirebon Buktikan Antarumat Beragama Bisa hidup Berdampingan

Kehawatiran terhadap adanya konflik yang terjadi menjelang peringatan Maulid Nabi dan perayaan Natal dalam waktu berdekatan tak berlaku bagi Pemuda Lintas Agama (Pelita) di Cirebon.

Para pemuda ini membuktikan adanya keharmonisan dan toleransi antar umat beragama. Salah satunya membantu umat kristiani mendekorasi pernak-pernik Natal.

Meneladani Muhammad; Penebar Kasih yang Toleran dan Integralis

Oleh: Neneng Alfiah*

Sosok manusia agung dan mulia, ialah Muhammad SAW., yang menjadi tonggak kepemimpinan umat manusia dalam menyebarkan nilai-nilai dan ajaran islam bagi setiap bani adam. Muhammad adalah kekasih sekaligus utusan Allah bagi umat muslim di seluruh penjuru dunia. Pada hari ini, Kamis 24 Desember 2015, merupakan salah satu waktu yang diperingati umat muslim sebagai peristiwa paling bersejarah atas kelahiran tokoh panutan hidup bagi umat muslim, yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kata maulid berasal dari bahasa arab yang berarti lahir.

Kelahiran Muhammad SAW diperingati setiap tanggal 12 Rabiul ‘Awwal. Muhammad lahir tepat pada Hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal di Tahun Gajah atau pada tanggal 22 April 571 Masehi. Bentuk dan waktu peringatan yang dilakukan umat muslim dalam memperingati Maulid Nabi pun berbeda-beda di setiap tempat. Ada yang berlangsung sangat meriah, dan ada pula yang berlangsung sederhana.

***

Pengembangan Media & Kapasitas

Departemen Media dan Publikasi PELITA menyelenggarakan pelatihan penguatas kapasitas melalui kegiatan “Media dan Pengembangan Kapasitas”, yang digelar pada Senin, 21 Desember 2015, bertempat di Kantor Telkom Indonesia, Jalan Siliwangi no. 13 Kota Cirebon. Peserta kegiatan ini adalah pegiat organisasi PELITA dan jaringan yang ada di lingkungan universitas di wilayah III Cirebon.